Lupa Password? Belum punya account? Daftar
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Member Area

.:: Sekretariat Maya KPMM ::.

Monday
Sep 06th
Home
Peran Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Merespon Gempa Sumbar 2009 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 05 November 2009

Pada tanggal 30 September 2009 pukul 17.16 WIB, telah terjadi gempa yang sangat kuat di daerah pesisir Sumatera Barat yang berpusat di perairan barat laut Padang Pariaman.

Gempa yang berkekuatan 7,9 Skala Richter ini telah meluluhlantakkan 6 daerah Kota/Kabupaten yang ada di Sumbar, 1195 jiwa melayang (Antara) dan ribuan lainnya mengungsi karena rumahnya roboh atau rusak. Kehancuran yang paling banyak terjadi di daerah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu Kota Padang menjadi daerah berikutnya yang mengalami kehancuran cukup banyak diikuti oleh Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat. Data Satkorlak 15 Oktober 2009 menyebutkan 3100 orang luka berat dan ringan.  Sebanyak 136.448 rumah hancur/rusak berat, 86.380 rusak sedang dan 78.804 rusak ringan. Sedangkan fasilitas umum yang hancur dan rusak mencapai jumlah 7500 unit.

                Sontak saja bencana ini menimbulkan simpati dari seluruh dunia. Berbagai lembaga nasional dan internasional, pemerintah dan swasta turut aktif dalam penanganan bencana ini mulai dari evakusi korban,  penggalangan bantuan hingga penyaluran bantuan. Mulai dari tentara asing dan tim penyelamat dari berbagai Negara ikut serta dalam mengevakuasi korban yang banyak tertimpa bangunana terutama di Kota Padang. Kemudian mereka juga bergerak dalam penyediaan air bersih yang menjadi langka akibat kerusakan pipa air minum. Tim asing ini mengolah air sungai / air aut menjadi air layak minum. Selain itu mereka menyalurkan tenda, selimut, hygiene kit dan material lainnya termasuk sembako.

                Secara umum terdapat berbagai lembaga yang terlibat dalam penanganan bencana gempa yang terjadi di Sumba ini. Pertama adalah Donor, Pemerintah Negara Sahabat, LSM Internasional, Organisasi Internasional, Militer Negara Sahabat, LSM Nasional, Perusahaan/Ormas, Palang Merah, Tim SAR, UN Agency dan Universitas (3 W Contact Directory UNOCHA/22 Oct 2009). Dari sekian banyak lembaga tersebut terdapat beberapa di antaranya yang merupakan lembaga lokal atau LSM lokal. Walaupun tidak semuanya tercatat dalam Directory UNOCHA, sebanyak 10 lembaga anggota KPMM ikut aktif dalam penanganan bencana ini.  

                Konsorsium Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM) sebagai lembaga yang fokus pada peningkatan akuntabilitas LSM menilai pentingnya upaya-upaya penerapan akuntabilitas LSM ini dilakukan oleh lembaga anggota dan juga oleh LSM-LSM lain yang bekerja untuk penanganan bencana. Oleh karena itu perlu suatu mekanisme dalam mendorong peningkatan akuntabilitas LSM dalam penanganan bencana. Melalui media ini diharapkan dapat tergambar secara akuntabel aktivitas yang dilakukan oleh lembaga anggota dalam upaya ikut serta dalam penanganan korban gempa di Sumbar. Berikut lembagap-lembaga anggota KPMM yang beraktivitas tersebut.

                Pertama adalah Yayasan Pusaka yang melakukan pendistribusian family kit, hygiene kit, sembako, obat-obatan, perlengkapan bayi, makanan bayi, dan juga alat-alat pertukangan (tool kit). Dengan tiga orang personal yang terlibat mereka juga mengupayakan trauma healing. Mereka mendapatkan dukungan dari  Komunitas Jawa (Himpunan Masyarakat Jawa), Jaringan Relawan Kemanusiaan dan juga Lumbung Derma. Daerah yang mereka intervensi adala Batu Kambing, Kabupaten Agam, Sungai Garingging Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, serta Kecamatan Kuranji Kota Padang. Jumlah penerima manfaat yang didata sebanyak 136 KK di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

                Kedua Yayasan Garda Era melakukan aktivitas penyaluran bantuan logistik berupa tenda, alat mandi dan sembako. Selain itu mereka juga melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan relawan lembaga dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini mendapat dukungan dari PKPU dan ACT serta Lumbung Derma berupa dukungan sembako, tenda, dan perlengkapan mandi. Kegiatan berlokasi di Kecamatan Kota Tangah, Kelurahan Balai Gadang, di Kampuang Tj. Aua, Sungai Bangek, Parak Buruak, dan juga di Kelurahan Tunggul Hitam di Kampung Rawang dan Bunga Mas. Jumlah penerima manfaat sekitar 200 KK.

                Ketiga adalah Yayasan Totalitas yang melakukan kegiatan emergency response berupa distribusi obat-obatan, perlengkapan perempuan, perlengkapan mandi dan sembako (beras, mie instant, sarden, susu kental manis, the, kopi, gula dan roti kaleng). Berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman tepatnya di Patamuan dan Tandikek mereka mendapat dukungan dari Genasist dan YGKI dan mengerahkan 7 orang relawan lembaga. Dana yang berhasil dihimpun berjumlah Rp. 29.750.000 yang berasal dari dana lembaga, lembaga mitra dan donatur perorangan.

                Keempat adalah PKBI Sumbar yang melakukan distribusi logistic dan pelayanan kesehatan keliling. Kegiatan ini melibatkan pengurus, staf, relawan, masyarakat serta tokoh-tokoh masyarakat. Dana yang berhasil dihimpun sejumlah Rp. 30 juta dengan material yang disalurkan adalah makanan, pakaian, keperluan rumah tangga dan tenda. Bantuan berasal dari perorangan,organisasi internasional dan PKBI Pusat disalurkan, untuk daerah, Lubuk Alung (Kabupaten Padang Pariaman), Padang Selatan dan Lubuk Begalung(Kota Padang) dan Bayang dan Tarusan (Kabupaten Pesisir Selatan).  Jumlah penerima manfaat sekitar 1000 orang.

                Kelima adalah LP2M  yang melakukan kegiatan emergency response dengan melibatkan seluruh staf dan relawan. Mengelola dana bantuan mencapai 2 milyar rupiah dalam bentuk bahan makanan, family kit, pakaian dalam perempuan dan laki-laki, pakaian balita. Bantuan berasal dari Tere De Homes Belanda, Heks Jerman, Hivos dan Lumbung Derma.  Aktivitas berlangsung di Korong Padang Toboh, Korong Pasar Limau dan Korong Pauah di Nagari Parit Malintang di Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu juga disalurkan tenda dan sembako untuk daerah Sungai Sarik, Batu Gadang, Lapai  untuk daerah Kota Padang. Jumlah penerima manfaat mencapai 1000 orang.

                Keenam Yayasan Citra Mandiri melakukan kegiatan pendataan mahasiswa Mentawai dan membuat posko pelayanan korban gempa. Kegiatan ini didukung oleh Rainforest Norway (RFN),  dengan pendanaan sekitar 100 juta rupiah dan di kelola oleh staf YCM dan relawan. Bentuk bantuan yang disalurkan beras, sarden, minyak goreng dan mie instant. Fokusnya dalam membantu mahasiwa asal Mentawai yang berada di Padang dan Lubuk Alung, Pariaman. Mereka berjumlah sekitar 350 orang.

                Ketujuh Kabisat Indonesia yang memang fokus dalam kegiatan tanggap darurat. Mereka melakukan distribusi Non Food Item (NFI), Public Health Promotion (PHP), Emergency Food Security dan Livelihood (EFSL) dan Pembangunan Shelter. Kegiatan dilaksanakan oleh pelaksana harian dan relawan. Bantuan yang diterima diantaranya terpal, ember, sarung, hygiene kit, tool kit dan air bersih. Lembaga ini bekerjasama dengan Oxfam dan IOM, melayani 15000 KK yang berada di Kec. Koto Tangah, Padang, Kec. Patamuan dan Kec Sungai Limau, Padang Pariaman. Dana yang digunakan operasional berjumlah 104 juta.

                Kedelapan SCEDEI bekerjasama dengan Saudagar Muda Minang menyalurkan sembako, uang, tenda, selimut/sarung, obat-obatan, pakaian, peralatan mandi, genset dan keramik. Mengumpulkan dana sekitar 57 juta rupiah kegiatan ini dikelola oleh dewan pengurus, badan pelaksana serta relawan lembaga. Kegiatan yang dilakukan berupa: pendirian posko peduli korban gempa, penyaluran bantuan, assessment UMKM korba gempa di Kota Padang, penyaluran bantuan bagi 40 usaha kecil (mikro) korban gempa di Kota Padang, workshop pengembangan usaha kecil (mikro) korban gempa di Kota Padang. Daerah-daerah yang dituju untuk penyaluran bantuan adalah Sungai Sariak, VII Koto, 2 X11 Enam Lingkung, Lubuak Alung, Nan Sabaris, Patamuan, Sungai Limau, V Koto Timur, V Koto,  Pariaman Utara untuk Daerah Kota dan Kabupaten Pariaman. Sedangkan untuk daerah Agam daerah Tanjung Mutiara, Palembayan, Lubuk Basung, Ampek Nagari. Di Kota Padang sendiri SCEDEI melakukan aktivitasnya di Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji, Lubuk Kilangan dan Nanggalo.  

                Kesembilan adalah PAHAM Sumbar yang melakukan kegiatan secara personal dalam membantu penyaluran bantuan gempa. Sedangkan secara organisasi lembaga ini telah menerima laporan PHK pekerja yang bekerja di kantor-kantor swasta yang melakukan PHK karena gedung operasionalnya yang hancur akibat gempa dan lembaga ini telah membahas masalah ini dalam talkshow radio di Radio Suara Surya.

                Terakhir lembaga KPMM  yang melakukan aktivitas tanggap darurat adalah P3SD. Lembaga ini melakukan penyaluran bantuan Non Food Item berupa kelambu, hygiene kit, family kit, dirigen, terpal, tool kit(, school kit, kitchen kit serta perlengkapan mandi. Dengan mengelola dana sekitar 124 juta, aktitivas ini mendapat dukungan dari  CARE. Kegiatan dipusatkan di Kec. Batang Gasan dan Kec. Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.

                Selain itu sebanyak 20 lembaga yang tergabung dalam Koalisi Lumbung Derma dan Jaringan untuk Gempa Sumbar telah melakukan kegiatan penanganan bencana melalui kegiatan pendataan korban, pengumpulan bantuan serta penyaluran bantuan. Dua puluh lembaga ini yang 5 diantaranya merupakan anggota KPMM, melakukan kegiatan koordinasi dalam penanganan bencana dengan melibatkan sumber daya dan jaringan yang dimilikinya. Lumbung Derma sendiri saat ini dipegang oleh Host Walhi Sumbar dan Direktur Walhi Sumbar menjadi Koordinator dalam penanganan bencana ini. Untuk ini dibentuk Posko Lumbung Derma dan Jaringan untuk Gempa Sumbar yang berpusat di Kantor Walhi Sumbar. Untuk pendukung aktivitas personil-personil dari lembaga anggota menjadi relawan yang bertugas dalam penanganan bencana. Selain itu beberapa lembaga-lembaga anggota juga membuka posko tersendiri untuk mempermudah beban kerja posko utama. Lembaga-lembaga lain juga mengkoordinasikan kegiatannya serta area kerjanya ke posko utama agar tidak terjadi tumpang tindih. Posko utama ini juga mendapat dukungan penuh dari Eksekutif Nasional Walhi dan lembaga-lembaga jaringannya di Jawa dan Sumatra serta Mapala-mapala Se-Sumatra.

                Lumbung Derma merupakan koalisi LSM dan mahasiswa Sumatera Barat untuk bencana yang terbentuk untuk merespon bencana Tsunami Aceh 2004. KPMM menjadi inisiator dari pembentukan koalisi ini. Koalisi ini telah melakukan kegiatan untuk merespon bencana yang terjadi di Sumbar sejak mulai Tsunami Aceh 2004, Longsor di Kota Padang 2005, Longsor di Pesisir Selatan 2006, Gempa Yogya 2006, Longsor Solok 2006, Gempa 2007, dan Longsor di Tanah Datar 2009. Meskipun koalisi ini bersifat cair dan tidak permanen, akan tetapi selalu menjadi koordinator utama bagi lembaga-lembaga anggota untuk dapat merespon setiap bencana yang terjadi  karena tidak semua lembaga anggota yang fokus lembaganya dalam penanganan bencana.  Selain bergerak dalam respon bencana, Lumbung Derma juga mengkonsolidasi lembaga anggota melalui kegiatan diskusi dan peningkatan kapasitas.

                Sekretariat KPMM sendiri secara kelembagaan aktif dalam mengkoordinir kegiatan penanganan bencana dalam wadah ini. Selain itu lembaga-lembaga anggota KPMM merupakan anggota dari Lumbung Derma yang juga aktif mendukung aktivitas koalisi. Sekretariat KPMM telah menjadi host dari bencana yang terjadi pada Tsunami 2004 dan Longsor yang terjadi pada tahun 2005 hingga 2006. Personil dari Sekretariat KPMM telah menjadi relawan yang bertugas di Aceh, Solok dan Pesisir Selatan. Pada gempa 2009 ini 2 orang personil Sekretariat KPMM mendukung operasional Lumbung Derma. Dukungan ini merupakan bentuk tanggungjawab  Sekretariat KPMM sebagai lembaga yang sejak awal menginisiasi keberadaan Lumbung Derma. Selain itu Sekretariat KPMM juga memfasilitasi koordinasi antara lembaga-lembaga anggota KPMM dalam hal berbagi informasi serta dukungan logistic dalam aktivitas masing-masing lembaga anggota di lapangan.  Hal ini untuk memperkuat koordinasi serta kerjasama antara lembaga-lembaga masyarakat sipil di Sumbar. 

Selain KPMM dan Lembaga anggota, Walhi Sumbar dan Lembaga anggota, Lumbung Derma dan Lembaga anggotanya, terdapat beberapa lembaga di Sumbar di luar koalisi tersebut yang bergerak dalam penanganan bencana. Salah satunya adalah Kogami (Komunitas Siaga Tsunami) yang bergerak dalam penyiapan masyarakat menghadapi tsunami.  Kemudian ada lagi IRSAD yang bergerak dalam pengerahan relawan untuk kegiatan-kegiatan penanganan bencana. Masih ada puluhan lembaga baik lokal maupun nasional dalam kegiatan yang sama. Lembaga-lembaga tersebut di antaranya yang bergerak selama ini dalam penggalangan Bazis seperti PKPU, Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa. Kemudian lembaga-lembaga yang berasal dari daerah lain di Sumatra seperti PKPA Sumut, dari Yogya SHEEP dan Combine, dari Jakarta IDEP Foundation dan Air Putih.

 
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/3
Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 Gempa pada tanggal 30 September 2009 telah menggugah kehadiran para pihak dari seluruh dunia untuk ikut membantu penanganan akibat-akibatnya. Pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, media serta organisasi masyarakat madani yang diwakili LSM dan organisasi masyarakat madani lainnya dari lokal, nasional dan internasional tercatat berperan aktif dalam upaya-upaya tersebut. Peran tersebut sedikit banyak cukup membantu para korban dalam merehabilitasi kehidupan mereka sedikit lebih baik. Berbagai upaya ditawarkan mulai dari pemberian bantuan makanan dan rehabilitasi mental pada masa-masa tanggap bencana, pembangunan rumah sementara, perbaikan penyediaan air bersih dan MCK, promosi bidang kesehatan hingga bantuan kesehatan reproduksi dan advokasi bagi korban-korban yang mengalami ketidakadilan di lapangan.
Baca selengkapnya...
 
Sekretariat
Meneropong Kesiapan LSM untuk Tranparansi dan Akuntabilitas  Nama LSM mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi pasca Soeharto jatuh, LSM banyak berdiri bak cendawan tumbuh di musim hujan yang tak pelak memiliki tujuan-tujuan yang mera...
Kliping
Image “Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera  Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
 
Garda Era
Image Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
PKBI Sumbar
Image Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
 
LP2M
Image Mubes LP2M: Penguatan Organisasi Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis LSM selaku lembaga yang selalu menyuarakan demokratisasi dan transparansi dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan tentu wajib mengemban nilai demokratis. Dan regenerasi kepemimpinan ...
PAHAM Sumbar
Image PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
 
KABISAT Indonesia
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM( Kamis, November 2008)Oleh: Tim Kabisat Indonesia Kronologis  BencanaTanah longsor yang  menyebab...
TOTALITAS
Image Totalitas Bantu Trauma Healing Bekerjasama dengan GenAssist Totalitas telah mendistribusikan paket bantuan kepada para korban bencana Gempa 30 September lalu. Bantuan uang tunai dari GenAssist sejumlah Rp30.000.000,- dikelola oleh ...
 
YCM
Image YCM Bantu Korban Gempa PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam  kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
SCEDEI
Image Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
   

Jajak Pendapat

Perlukah nilai-nilai Terbuka dan Bertanggungjawab dipratekkan oleh LSM?
 

Kutipan

Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.

Terbaru di Gallery


 

 

 

 

Page Rank

Google PageRank Plus