| Catatan dari Semiloka Membangun Transparansi dan Akuntabilitas LSM/Ornop di Sumatera |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
| Senin, 15 Juni 2009 | |
|
"Saatnya menentukan, apakah komunitas LSM/Ornop ingin mengatur dirinya sendiri atau diatur oleh pemerintah?". Setidaknya demikianlah pertanyaan kunci dari presentasi Hans Antlov (Governance Advisor LGSP) dihadapan peserta Semiloka Membangun Transparansi dan Akuntabilitas LSM/Ornop di Sumatera (2-4 Juni 2009) yang terdiri dari kalangan utusan jaringan LSM/Ornop se-sumatera, utusan perusahaan yang ada di kota Padang, pemerintah, media dan stakeholder lainnya. Upaya mengatur diri sendiri ini terkait dengan perbaikan citra LSM/Ornop, terutama dalam hal akuntabilitas, yang merosot di mata publik semenjak era reformasi. Pertanyaan diatas cukup beralasan karena jika LSM/Ornop tidak ingin diatur oleh pemerintah, maka LSM/Ornop harus mampu menunjukkan bahwa mereka bisa mengatur diri sendiri untuk mencapai standar akuntabilitas yang memadai. Salah satu mekanisme pengaturan diri sendiri (self regulation) tersebut adalah dengan menyusun dan menerapkan kode etik yang berdasarkan pada nilai-nilai masyarakat sipil yang dianut dan sekaligus dengan reward dan sanksinya. Jika pertanyaan diatas tidakdijawab dengan itikad dan tindakan nyata, maka upaya pengaturan dari luar pasti akan diberlakukan. Hal ini sebagaimana yang tercermin dalam upaya pemerintah Indonesia saat ini yang terlihat dalam inisiasi pemerintah dalam tiga draft dan revisi produk perundang-undangan yaitu revisi undang-undang Ormas, rancangan undang-undang tentang organisasi masyarakat sipil (OMS) dan rancangan undang-undang tentang perkumpulan. Selain Hans Antlov, semiloka yang bertajuk Upaya Memperkuat Posisi LSM/Ornop dan Basis Dukungan Untuk Perubahan Sosial ini juga menghadirkan Lusi Herlina. Mantan Ketua Badan Pengurus KPMM yang kini aktif sebagai Wakil Ketua Komnas HAM ini memaparkan pengalaman KPMM dalam mewujudkan upaya self regulation ini sejak tahun 1999. Komparasi dengan upaya serupa yang dilakukan di berbagai negara juga dipresentasikan untuk menunjukkan bahwa upaya ini juga dilakukan oleh komunitas LSM/Onop di negara lain. Pada hari kedua dan ketiga, acara ini dilanjutkan oleh peserta yang terdiri dari kalangan LSM/Ornop dengan kegiatan lokakarya untuk menyamakan pemahaman pentingnya akuntabilitas LSM/Ornop dan mensinergikan inisiatif kolektif untuk menerapkan akuntabilitas LSM/Ornop se Sumatera. Acara ini diakhiri dengan beberapa kesepakatan dan rencana tindak lanjut untuk konsolidasi di tingkat propinsi yaitu di propinsi NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung. Pencapaian akhir dari rangkaian kegiatan ini diharapkan terbangunnya di tingkat regional Sumatera sebuah inisitive bersama dalam mewujudkan akuntabilitas LSM/Ornop melalui pengaturan diri sendiri.
|
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
Euforia kebebasan pasca runtuhnya rezim Soeharto tahun 1998 ditandai oleh menjamurnya beragam organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) di Indonesia. LSM/Ornop sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya tidak begitu “diminati” - pasca tahun 1998 menjadi sebuah organisasi yang sangat populer, yang dalam kurun waktu sangat singkat berdiri dalam jumlah besar di Indonesia......
Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |