Lupa Password? Belum punya account? Daftar
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Member Area

.:: Sekretariat Maya KPMM ::.

Monday
Sep 06th
Home
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA PDF Print E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 12 Desember 2008
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM
( Kamis, November 2008)
Oleh: Tim Kabisat Indonesia

Kronologis  Bencana
Tanah longsor yang  menyebabkan tersumbatnya arus air sungai di Nagari Malalak Timur telah menyebabkan banjir besar yang mengandung bebatuan dan pasir sehingga menimbulkan “Galodo” dan menghantam pemukiman penduduk pada hari Jumat 7 November 2008 di tiga Jorong (Pemerintahan setingkat RW) di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Tiga Jorong yang terkena dampak galodo ini adalah Jorong Saskan, Jorong Subarang Pakan, dan Jorong Linto Badak. Peristiwa  tersebut terjadi diluar dugaan masyarakat setempat, karena tidak ada hujan yang terjadi sebelumnya dan air sungai masih mengalir seperti biasa. Akan tetapi beberapa orang warga pernah mendengar bunyi desiran di siang hari sekitar pukul 15.00 WIB, namun bunyi tersebut tidak menjadi acuan masyarakat yang mendengar karena masih sibuk dengan aktifitas kerjanya masing-masing.
Pada pukul 19:00 WIB  ba’da magrib tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh yang sangat dahsyat  dan teriakan warga “minta tolong”. Beberapa detik kemudian, arus air sungai yang bergumpal-gumpal bercampur bebatuan dan lumpur dengan arus gelombang yang sangat besar dan kuat menghantam rumah warga yang tinggal di tepi sungai tersebut, terutama yang tinggal berdekatan dengan tempat arus air sungai yang sempat tertahan sekitar 4 jam akibat timbunan longsoran tersebut. Gelombang galodo ini terjadi sebanyak tiga kali, sehingga menghanyutkan 2 rumah warga.

Data Korban Jiwa & Kerusakan
Korban Jiwa:
1.    Nida (45 tahun, ditemukan Pkl 11.00 WIB, Sabtu, 8/11, di Baruah Pakan Usang)
2.    Medina Seprina (13 tahun, ditemukan pkl 11.00 WIB Sabtu, 8/11, di Manarahan)
3.    Darius Sutan Makmur (70 tahun, ditemukan Minggu, 9/11 pukul 10.00 WIB, 10 km dari rumah)
4.    Asnimar (60 tahun, ditemukan Minggu, 9/11 pukul 10.05 WIB, 10 km dari rumah)
5.    Nadirsyam (55 tahun, sudah ditemukan)
6.    Syahrul Syafar (9 tahun, belum ditemukan) 
Korban Luka-luka:
1.    Suci Anggraini (15 tahun, dirawat di RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, ditemukan di Jembatan Mangui Jumat, 7/11, pukul 19.30 WIB)
2.    Rizal (4 tahun, dirawat di RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, ditemukan 1 km dari lokasi Jumat, 7/11, pukul 19.30 WIB). 
Rumah Rusak (7 Rumah):
1.    Rumah Nadirsyam (rumah hanyut)
2.    Rumah Darius Sutan Makmur (rumah hanyut)
3.    Rumah Asril (rumah rusak berat)
4.    Rumah Resniwati (rusak berat)
5.    Rumah Siar (rusak berat)
6.    Rumah Saibir (rusak Ringan)
7.    Rumah Zubaidar (rusak Ringan) 
Jembatan dan Jalan Rusak:
1.    Jembatan Permanen Manggui (1 unit, hanyut)
2.    Jembatan Gantung Subarang Gauang (1 unit, sudah diperbaiki dan difungsikan)
3.    Jembatan Gantung (1 unit, hanyut)
4.    Bibir Jalan runtuh sepanjang 6 meter
Sawah dan Ternak:
1.    Sawah sekitar 100 hektare rusak  ( sekitar 10 org yang sawahnya rusak total terendam lumpur, lainnya 1 s/d 2 bidang sawah yang terendam)
2.    Ternak 6 ekor hilang (tidak ada data jenis) 
Pengungsi:
1.    Hari pertama-kedua, Jumat Malam-Sabtu (sekitar 500 kk mengungsi di rumah famili dan mesjid)
2.    Hari ketiga, Minggu (sekitar 250 kk, warga di pinggir sungai, mengungsi di rumah sanak-famili).
3.    Hari ke empat senin – rabu ( sekitar  20 kk mengungsi dirumah sanak-famili)

Bantuan Tanggap Darurat
Berdasarkan koordinasi yang dilakukan tim asesment KRU (Kabisat Respon Unit) dengan ketua posko penanggulangan bencana galodo Malalak bahwa pemerintah akan menetapkan tanggap darurat hingga 2 minggu kedepan terhitung satu hari setelah bencana. Kebutuhan stok pangan maupun non pangan yang tersedia di posko hingga asesment ini dilakakukan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana. Selain itu, pemerintah juga sudah menyanggupi kebutuhan untuk satu minggu kedepan. Berikut daftar bantuan dari pemerintah maupun swasta:
 
Stakeholder    dan Jenis Bantuan      
1    Dinas Sosial Provinsi:    Selimut, Batik Daster,Biskuit, Sarung,Sarden, Bimoli,Family Kit, Kaos       
2    Puskesmas Ampek Koto:    Selimut      
3    Kecamatan Lubuk Basuang:    Beras, Air Mineral,Mie Instant      
4    Pemkab Agam:    Beras, Mie Instant,Sarden, Bumbu Masak      
5    Pemko Pariaman:    Perlengkapan Bayi,Pakain Daster,Kain Sarung,Kaus Laki-laki,Gula, Sarden,Minyak Bahan Masakan      
6    Drs. Djufri:    Mie Instant      
7    Sumbangan Pribadi Masyarakat:    Uang Tunai sebesar Rp.3.727000     

Rencana Pemulihan

Akses Jalan (Jembatan Terputus)
Jembatan yang menghubungkan Jorong Saskan dengan Jorong Sigaran mengalami rusak total sepanjang 100 m. Padahal jembatan tersebut sangat penting untuk aktifitas harian masyarakat, baik mobilitas kerja masyarakat maupun arus mudik sekolah siswa SMP warga Jorong Sigiran yang terletak sekitar 3 km dari Jorong Saskan yang mesti menyeberangi jembatan tersebut. Untuk sementara warga setempat sudah membangun jembatan dari kayu, namun kondisi tersebut tidak bisa digunakan jika arus air sungai mulai kencang. Di perkirakan siswa tersebut akan diliburkan jika hari hujan yang mengakibatkan arus sungai deras.

Sawah 100 ha yang terendam lumpur
Pemerintah dalam waktu dekat akan mengerahkan partisipasi masyarakat untuk memulihkan sawah-sawah masyarakat yang terendam lumpur. Dalam hal ini pemerintah akan memberikan upah kepada masyarakat  untuk membenahi lumpur-lumpur tersebut. (teknisnya belum dibicarakan)

Sumber Informasi
Wali Jorong Saskan-Merupakan jorong yang terparah terkena dampak galodo
Dinas Kesehatan Kabupaten Agam
Taruna Siaga Bencana(TAGANA)
Masyarakat korban bencana
Tinjauan ke lokasi bencana

Keterangan
Nagari = Setingkat dengan Desa
Jorong= Pemerintahan setingkat RW
Wali Nagari/Jorong= orang yang memimpin pemerintahan Nagari/Jorong
 
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/3
Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 Gempa pada tanggal 30 September 2009 telah menggugah kehadiran para pihak dari seluruh dunia untuk ikut membantu penanganan akibat-akibatnya. Pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, media serta organisasi masyarakat madani yang diwakili LSM dan organisasi masyarakat madani lainnya dari lokal, nasional dan internasional tercatat berperan aktif dalam upaya-upaya tersebut. Peran tersebut sedikit banyak cukup membantu para korban dalam merehabilitasi kehidupan mereka sedikit lebih baik. Berbagai upaya ditawarkan mulai dari pemberian bantuan makanan dan rehabilitasi mental pada masa-masa tanggap bencana, pembangunan rumah sementara, perbaikan penyediaan air bersih dan MCK, promosi bidang kesehatan hingga bantuan kesehatan reproduksi dan advokasi bagi korban-korban yang mengalami ketidakadilan di lapangan.
Baca selengkapnya...
 
Sekretariat
Meneropong Kesiapan LSM untuk Tranparansi dan Akuntabilitas  Nama LSM mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi pasca Soeharto jatuh, LSM banyak berdiri bak cendawan tumbuh di musim hujan yang tak pelak memiliki tujuan-tujuan yang mera...
Kliping
Image “Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera  Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
 
Garda Era
Image Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
PKBI Sumbar
Image Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
 
LP2M
Image Mubes LP2M: Penguatan Organisasi Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis LSM selaku lembaga yang selalu menyuarakan demokratisasi dan transparansi dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan tentu wajib mengemban nilai demokratis. Dan regenerasi kepemimpinan ...
PAHAM Sumbar
Image PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
 
KABISAT Indonesia
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM( Kamis, November 2008)Oleh: Tim Kabisat Indonesia Kronologis  BencanaTanah longsor yang  menyebab...
TOTALITAS
Image Totalitas Bantu Trauma Healing Bekerjasama dengan GenAssist Totalitas telah mendistribusikan paket bantuan kepada para korban bencana Gempa 30 September lalu. Bantuan uang tunai dari GenAssist sejumlah Rp30.000.000,- dikelola oleh ...
 
YCM
Image YCM Bantu Korban Gempa PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam  kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
SCEDEI
Image Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
   

Jajak Pendapat

Perlukah nilai-nilai Terbuka dan Bertanggungjawab dipratekkan oleh LSM?
 

Kutipan

Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.

Terbaru di Gallery


 

 

 

 

Page Rank

Google PageRank Plus