| LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
| Jumat, 12 Desember 2008 | |
|
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM ( Kamis, November 2008) Oleh: Tim Kabisat Indonesia Kronologis Bencana Tanah longsor yang menyebabkan tersumbatnya arus air sungai di Nagari Malalak Timur telah menyebabkan banjir besar yang mengandung bebatuan dan pasir sehingga menimbulkan “Galodo” dan menghantam pemukiman penduduk pada hari Jumat 7 November 2008 di tiga Jorong (Pemerintahan setingkat RW) di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Tiga Jorong yang terkena dampak galodo ini adalah Jorong Saskan, Jorong Subarang Pakan, dan Jorong Linto Badak. Peristiwa tersebut terjadi diluar dugaan masyarakat setempat, karena tidak ada hujan yang terjadi sebelumnya dan air sungai masih mengalir seperti biasa. Akan tetapi beberapa orang warga pernah mendengar bunyi desiran di siang hari sekitar pukul 15.00 WIB, namun bunyi tersebut tidak menjadi acuan masyarakat yang mendengar karena masih sibuk dengan aktifitas kerjanya masing-masing. Pada pukul 19:00 WIB ba’da magrib tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh yang sangat dahsyat dan teriakan warga “minta tolong”. Beberapa detik kemudian, arus air sungai yang bergumpal-gumpal bercampur bebatuan dan lumpur dengan arus gelombang yang sangat besar dan kuat menghantam rumah warga yang tinggal di tepi sungai tersebut, terutama yang tinggal berdekatan dengan tempat arus air sungai yang sempat tertahan sekitar 4 jam akibat timbunan longsoran tersebut. Gelombang galodo ini terjadi sebanyak tiga kali, sehingga menghanyutkan 2 rumah warga. Data Korban Jiwa & Kerusakan Korban Jiwa: 1. Nida (45 tahun, ditemukan Pkl 11.00 WIB, Sabtu, 8/11, di Baruah Pakan Usang) 2. Medina Seprina (13 tahun, ditemukan pkl 11.00 WIB Sabtu, 8/11, di Manarahan) 3. Darius Sutan Makmur (70 tahun, ditemukan Minggu, 9/11 pukul 10.00 WIB, 10 km dari rumah) 4. Asnimar (60 tahun, ditemukan Minggu, 9/11 pukul 10.05 WIB, 10 km dari rumah) 5. Nadirsyam (55 tahun, sudah ditemukan) 6. Syahrul Syafar (9 tahun, belum ditemukan) Korban Luka-luka: 1. Suci Anggraini (15 tahun, dirawat di RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, ditemukan di Jembatan Mangui Jumat, 7/11, pukul 19.30 WIB) 2. Rizal (4 tahun, dirawat di RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, ditemukan 1 km dari lokasi Jumat, 7/11, pukul 19.30 WIB). Rumah Rusak (7 Rumah): 1. Rumah Nadirsyam (rumah hanyut) 2. Rumah Darius Sutan Makmur (rumah hanyut) 3. Rumah Asril (rumah rusak berat) 4. Rumah Resniwati (rusak berat) 5. Rumah Siar (rusak berat) 6. Rumah Saibir (rusak Ringan) 7. Rumah Zubaidar (rusak Ringan) Jembatan dan Jalan Rusak: 1. Jembatan Permanen Manggui (1 unit, hanyut) 2. Jembatan Gantung Subarang Gauang (1 unit, sudah diperbaiki dan difungsikan) 3. Jembatan Gantung (1 unit, hanyut) 4. Bibir Jalan runtuh sepanjang 6 meter Sawah dan Ternak: 1. Sawah sekitar 100 hektare rusak ( sekitar 10 org yang sawahnya rusak total terendam lumpur, lainnya 1 s/d 2 bidang sawah yang terendam) 2. Ternak 6 ekor hilang (tidak ada data jenis) Pengungsi: 1. Hari pertama-kedua, Jumat Malam-Sabtu (sekitar 500 kk mengungsi di rumah famili dan mesjid) 2. Hari ketiga, Minggu (sekitar 250 kk, warga di pinggir sungai, mengungsi di rumah sanak-famili). 3. Hari ke empat senin – rabu ( sekitar 20 kk mengungsi dirumah sanak-famili) Bantuan Tanggap Darurat Berdasarkan koordinasi yang dilakukan tim asesment KRU (Kabisat Respon Unit) dengan ketua posko penanggulangan bencana galodo Malalak bahwa pemerintah akan menetapkan tanggap darurat hingga 2 minggu kedepan terhitung satu hari setelah bencana. Kebutuhan stok pangan maupun non pangan yang tersedia di posko hingga asesment ini dilakakukan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana. Selain itu, pemerintah juga sudah menyanggupi kebutuhan untuk satu minggu kedepan. Berikut daftar bantuan dari pemerintah maupun swasta: Stakeholder dan Jenis Bantuan 1 Dinas Sosial Provinsi: Selimut, Batik Daster,Biskuit, Sarung,Sarden, Bimoli,Family Kit, Kaos 2 Puskesmas Ampek Koto: Selimut 3 Kecamatan Lubuk Basuang: Beras, Air Mineral,Mie Instant 4 Pemkab Agam: Beras, Mie Instant,Sarden, Bumbu Masak 5 Pemko Pariaman: Perlengkapan Bayi,Pakain Daster,Kain Sarung,Kaus Laki-laki,Gula, Sarden,Minyak Bahan Masakan 6 Drs. Djufri: Mie Instant 7 Sumbangan Pribadi Masyarakat: Uang Tunai sebesar Rp.3.727000 Rencana Pemulihan Akses Jalan (Jembatan Terputus) Jembatan yang menghubungkan Jorong Saskan dengan Jorong Sigaran mengalami rusak total sepanjang 100 m. Padahal jembatan tersebut sangat penting untuk aktifitas harian masyarakat, baik mobilitas kerja masyarakat maupun arus mudik sekolah siswa SMP warga Jorong Sigiran yang terletak sekitar 3 km dari Jorong Saskan yang mesti menyeberangi jembatan tersebut. Untuk sementara warga setempat sudah membangun jembatan dari kayu, namun kondisi tersebut tidak bisa digunakan jika arus air sungai mulai kencang. Di perkirakan siswa tersebut akan diliburkan jika hari hujan yang mengakibatkan arus sungai deras. Sawah 100 ha yang terendam lumpur Pemerintah dalam waktu dekat akan mengerahkan partisipasi masyarakat untuk memulihkan sawah-sawah masyarakat yang terendam lumpur. Dalam hal ini pemerintah akan memberikan upah kepada masyarakat untuk membenahi lumpur-lumpur tersebut. (teknisnya belum dibicarakan) Sumber Informasi Wali Jorong Saskan-Merupakan jorong yang terparah terkena dampak galodo Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Taruna Siaga Bencana(TAGANA) Masyarakat korban bencana Tinjauan ke lokasi bencana Keterangan Nagari = Setingkat dengan Desa Jorong= Pemerintahan setingkat RW Wali Nagari/Jorong= orang yang memimpin pemerintahan Nagari/Jorong |
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
Euforia kebebasan pasca runtuhnya rezim Soeharto tahun 1998 ditandai oleh menjamurnya beragam organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) di Indonesia. LSM/Ornop sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya tidak begitu “diminati” - pasca tahun 1998 menjadi sebuah organisasi yang sangat populer, yang dalam kurun waktu sangat singkat berdiri dalam jumlah besar di Indonesia......
Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |