| Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja |
|
|
|
| Ditulis oleh Muthia Ulfah | |
| Jumat, 31 Agustus 2007 | |
|
Sehubungan dengan hal di atas, PKBI Sumatera Barat menjalankan dua bentuk strategi, yaitu: adolescent (remaja) dan akses. Akses ini mencakup akses terhadap informasi, pendidikan, serta pelayanan kesehatan reproduksi yang diwujudkan dalam proyek klinik PKBI yang telah berdiri dan telah melayani masyarakat semenjak tahun 2001. Sedangkan strategi adolescent atau remaja diwujudkan dalam proyek Cemara (Ceria Masa Remaja), Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Proyek remaja ini telah dirintis semenjak tahun 1986 yang sebelumnya bernama Gerakan Remaja Bertanggung Jawab (GRBJ). Selanjutnya, GRBJ terus berkembang hingga pada tahun 1997, ia berganti nama menjadi Cemara. Adapun tujuan Cemara adalah untuk meningkatkan kesehatan remaja yang meliputi kesehatan fisik, mental, dan kesehatan sosialnya, ungkap Dahlia Taviano kepada Meditras. Adapun kegiatan-kegatan Cemara dari tahun ke tahun adalah sama, tambah perempuan yang akrab disapa dengan panggilan Ni Pit ini. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi: edukasi, konseling, training, dan penyelenggaraan event-event khusus. Kegiatan edukasi dilakukan melalui seminar, diskusi, dan ceramah di sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok kecil seperti ibu PKK, majlis taklim, wirid remaja, dan lain sebagainya, serta kampanye melalui radio. Biasanya kelompok-kelompok kecil ini mengajukan undangan ke PKBI atau langsung ke Cemara untuk mendatangkan narasumber dalam pertemuan yang mereka adakan dan memberikan temanya (seputar kesehatan reproduksi). Kelompok-kelompok yang mengundang pun tak terbatas dalam kota saja, melainkan juga luar kota. Dengan demikian, relawan-relawan Cemara telah berkeliling Sumatera Barat dalam memberikan ceramah-ceramahnya. Selain memenuhi undangan-undangan tersebut, biasanya 1 kali dalam tiga bulan PKBI juga mengundang perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat untuk berdiskusi di PKBI. Selanjutnya, dalam kegiatan konseling remaja, Cemara melayani berbagai konsultasi remaja melalui surat, email, telpon, dan bahkan melalui sms. Melalui ajang ini, Cemara mendengarkan berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi remaja dan mencoba menjawab persoalan-persoalan tersebut. Persoalan-persoalan yang umum dikonsultasikan para remaja umumnya tidak jauh dari persoalan pacaran, narkoba, HIV/AIDS, dan persoalan-persoalan seksualitasnya. Selain itu, Cemara juga mendatangi sekolah-sekolah dan memfasilitasi berdirinya ekskul di sekolah tersebut yang mewadahi dan menjawab persoalan-persoalan siswa seputar kesehatan reproduksinya. Ekskul ini bernama Sanggar Konsultasi Remaja (SKR). Adapun sekolah yang menjadi sasarannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam hal ini, Cemara memberikan berbagai training kepada para anggota ekskul tersebut agar mereka mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam mengurus serta mengembangkan ekskul tersebut ke depannya. Menurut pengakuan Ni Pit, mereka pernah “diusir” ketika hendak menawarkan kegiatan ini kepada kepala sekolah, karena beliau menganggap membicarakan seksualitas di sekolah adalah sesuatu hal yang tidak benar. Hal ini membuktikan bahwa pemahaman masyakat akan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas masih lemah. Karena bagi sebagian masyarakat mebicarakan hal ini masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Adapun event-event khusus yang diangkatkan Cemara adalah “Malam Renungan AIDS Nusantara” yang diadakan pada tanggal 3 Mei, Peringatan Hari Remaja pada tanggal 12 Agustus, dan Peringatan Hari Aids Nasional setiap tanggal 1 Desember. Acara-acara ini rutin diadakan tiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan. Selanjutnya, Arfendrinata, koordinator Cemara semenjak bulan April lalu, mengungkapkan, Cemara baru saja mengadakan perekrutan anggota baru pada bulan Juli lalu yang dilakukan dengan menyebarkan informasi ke sekolah-sekolah dan universitas. Melalui kegiatan ini, cukup banyak relawan yang terjaring. Dan beberapa waktu lalu pertemuan pertama pun telah dilakukan yang diisi dengan acara perkenalan dan orientasi. Selain itu, dalam waktu dekat, Cemara akan mengadakan acara konseling on air di salah satu radio swasta lokal yang akan dimulai pada tanggal 12 Agustus ini. Acara yang akan hadir setiap hari Minggu dari pukul 13.00 sampai 14.30 WIB ini melayani konsultasi remaja melalui surat, email, dan telpon. Dan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut akan dihadirkan seorang psikolog dan konselor, tambah Arfen. Cemara, dalam mewujudkan kegiatan-kegiatannya, tidak terlepas dari nilai-nilai yang diemban PKBI. Cemara merupakan bentuk kegiatan atau proyek PKBI dalam wujud kepeduliannya terhadap remaja yang merupakan generasi muda Indonesia yang mana masa depan Indonesia bergantung kepada mereka. Jadi, cemara merupakan bagian dari tubuh PKBI yang tak dapat dipisahkan. |
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
Euforia kebebasan pasca runtuhnya rezim Soeharto tahun 1998 ditandai oleh menjamurnya beragam organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) di Indonesia. LSM/Ornop sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya tidak begitu “diminati” - pasca tahun 1998 menjadi sebuah organisasi yang sangat populer, yang dalam kurun waktu sangat singkat berdiri dalam jumlah besar di Indonesia......
Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |