| Warga Pagai Sandera Alat Berat Milik MPL |
|
|
|
| Ditulis oleh Rus Akbar | |
| Jumat, 31 Agustus 2007 | |
|
PADANG--Sekitar 65 warga Dusun Makalo, Kecamatan Pagai Utara Selatan, Mentawai, Sumatera Barat menyandera tiga unit alat berat milik PT Minas Pagai Lumber ( MPL) pemilik HPH (Hak Pengusahaan Hutan ) di daerah itu sejak 24 Agustus lalu hingga hari (30/8/2007). alat berat yang disandera warga tersebut adalah satu unit loader, satu unit dump truk dan satu unit motor milik Manajer Lapangan MPL Marsina Sababalat. Alat berat itu terletak dikilometer 14 dari Pagai Selatan yang bertepatan daerah tapal batas yang disengketakan.
Warga yang bertahan membuat tenda dan tidur dilokasi areal hutan yang ditebang MPL dengan membawa anak dan istri dan berbekal parang.
Lanto Saleleubaja tokoh masyarakat yang turun kelokasi tersebut mengatakan aksi warga Makalo dipicu oleh tapal batas hutan yang ditebang MPL yang tidak jelas.
”Warga Makalo mengklaim 43 batang kayu jenis kruing yang telah ditebang MPL di kilometer 20 yang merupakan hak mereka dan menuntut MPL membayar harga kayu Rp430 juta. Sedangkan MPL menganggap areal tebangan itu ada di Dusun Belerasok berdasarkan perjanjian antara kepala Dusun Belerakso dengan kepala Dusun Makalo pada tahun 2003. Namun warga Makalo menyatakan perjanjian tersebut tidak sah karena tanpa sepengetahuan mereka,” kata Lanto.
Ia menambahkan karena ada aksi warga, kini PT MPL menghentikan operasi penebangan hutan di tempat itu.”Warga tetap bertahan dengan aksinya, bahkan camat dan kepolisian belum bisa menyelesaikan persoallan ini,” katanya.
Kepala Hubungan Masyarakat PT MPL Andrizal membenarkan penahanan alat berat milik MPL. Untuk menyelesaikan persoalan itu pihaknya menyerahkan pada pemerintah setempat. ”Untuk sementara kami tidak beroperasi dulu hingga persoalan ini selesai,” katanya.
Camat Pagai Utara Selatan Eliza Murti mengatakan pihaknya kini tengah mengusahakan penyelesaian sengketa antara warga dan perusahaan MPL. ”Tapi hari ini saya belum tahu kondisinya sepertin apa, karena tempatnya jauh, yang terakhir saya tahu warga masih melakukan aksi tidur di lokasi penebangan” kata Eliza. (rus) |
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
Euforia kebebasan pasca runtuhnya rezim Soeharto tahun 1998 ditandai oleh menjamurnya beragam organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) di Indonesia. LSM/Ornop sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya tidak begitu “diminati” - pasca tahun 1998 menjadi sebuah organisasi yang sangat populer, yang dalam kurun waktu sangat singkat berdiri dalam jumlah besar di Indonesia......
Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |