Selain itu sekitar 200 hektar areal persawahan yang baru saja ditanami, rusak. Kerugian akibat banjir bandang ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Pada waktu yang hampir bersamaan, banjir bandang juga menghantam Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam. Di kawasan ini 73 rumah warga terendam banjir, 52 di antaranya dipenuhi lumpur Batang Tiku yang meluap. Wali Nagari Batang Gasan, Harfianda menyebutkan, banjir bandang yang melanda Koto Muaro merupakan banjir yang paling besar, sejak beberapa tahun terkahir. Ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir bandang, katanya, juga mengakibatkan Pasar Gasan, yang selalu ramai setiap hari Kamis terendam banjir. ”Sedikitnya transaksi di Pasar Gasan Rp400 juta, tetapi karena tempat pedagang tertimbun lumpur, nyaris tak ada jual beli,” ujarnya. Wakil Bupati Padangpariaman Ali Mukni bersama Ketua DPRD Yulius Danil, Kapolres Kota Pariaman AKBP Drs Yadi Prariyadi serta Camat Batang Gasan Ponimin. SSos dan Walingari Batang Gasan Harfianda, kemarin langsung terjun ke ke lokasi bencana. Sementara itu Kepala Kantor Sosial Kabupaten Padangpariaman Ahmad Syukri menyebutkan, untuk penanggulangan sementara, pihaknya telah menyerahkan bantuan nasi bungkus, mie instan dan air mineral kepada korban.
52 Rumah Terendam Lumpur
Dari Tiku dilaporkan, luapan Batang Tiku terjadi akibat banjir kiriman dari hulu sungai dan dampak pendangkalan sungai yang merata di kawasan tersebut. Akibat banjir, tiga rumah warga ambruk, yakni milik Agusman, Hj Reno dan Syair. Ketiga rumah yang persis berada di belokan sungai, diduga dihantam air bah sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis dini hari. Sementara di Bukik Malintang, rumah milik Marina, Am dan Syamsiar, juga rusak parah dihantam banjir.
Mayoritas rumah warga yang berada di pinggir jalan ruas Durian Kapeh-Bukik Malintang kondisinya memprihatinkan, karena endapan lumpur dan genangan air memenuhi seluruh bagian rumah. Hingga sore kemarin, warga masih berupaya membersihkan rumah. Stok bahan pangan di kantor camat, berupa beras dan mie instansi, segera disalurkan aparat pemerintah, plus nasi bungkus.
RUMAH RUNTUH: Tiga rumah hancur dihantam air bah di sisi Batang Tiku, Agam, dini hari kemarin.
Pantauan Padang Ekspres yang terjun ke lokasi bencana bersama Kasi PPK Satpol PP Agam Asri Bujang dan Kasi Ops Satpol PP Hilton, lumpur juga memutus jalur transportasi. Kendaraan yang digunakan terpaksa terhenti di jalur menuju Bukik Malintang, Durian Kapeh. Pasalnya mobil yang digunakan tersekat endapan lumpur yang memenuhi ruas jalan menuju kawasan yang parah dihantam banjir tersebut. Diperkirakan, lumpur yang dibawa arus sungai mencapai setengah meter memenuhi badan jalan beraspal di ruas tersebut, yang menciptakan unggukan besar, sehingga jalan sulit dilalui. Sejak sore air mulai surut, warga pun membersihkan rumah-rumah mereka. Mayoritas warga yang jadi korban mengharapkan bantuan pemerintah, terutama bahan pangan, peralatan dapur, kasur. Karena seluruh peralatan itu sudah hanyut dan rusak dibawa banjir. Camat Tanjung Mutiara Rahmat Lasmono didampingi Kapolsek AKP Darwisman, kepada Padang Ekspres menyebutkan, banjir yang merendam kawasan Durian Kapeh tersebut, merupakan banjir kiriman dari hulu sungai.
Pasalnya sepanjang Rabu malam hingga Kamis dini hari, hujan lebat justru mengguyur wilayah Lubukbasung, Manggopoh dan perbatasan Agam-Padangpariaman . ”Kita masih melakukan pendataan di lapangan, karena masih ada warga yang belum terjangkau, akibat endapan lumpur yang menyulitkan petugas,” ungkap Rahmat Lasmono. Selain di Nagari Tiku Utara, banjir juga merendam wilayah Cacang dan Gasan Ketek, Nagari Tiku Selatan. Di Gasan Ketek, satu SD terendam banjir, bahkan pukul 04.00 WIB, air sempat memenuhi ruas jalan lintas Sumatera, sehingga menyebabkan kemacetan. ”Tidak ada korban jiwa atau yang luka-luka akibat musibah banjir kali ini,” ungkapnya.
Jalan Padang-Painan Normal
Sementara, jalan utama Padang-Painan yang Rabu malam sempat putus, kemarin mulai bisa dilewati. Jalan longsor di daerah Siguntur Kabupaten Pesisir Selatan tepatnya di kilometer 20 dan 36 kembali bisa diakses.
Petugas PU yang ada di lokasi longsor menyebutkan, proses pembersihan badan jalan ini akan benar-benar tuntas dalam waktu dekat. ”Paling tidak normanya Jumat esok (hari ini), dengan begitu kondisi bakal lancar kembali,” kata salah seorang petugas. |