Lost Password? No account yet? Register
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Member Area

.:: Sekretariat Maya KPMM ::.

Monday
Sep 06th
Home
LSM sebagai Sebuah Industri PDF Print E-mail
Written by Benny Subianto   
Senin, 14 Mei 2007

    Sejak Orde Baru berakhir, LSM menjelma menjadi industri. Banyak donor internasional Imagemengucurkan dana besar guna mendukung konsolidasi demokrasi di Indonesia. Tak heran apabila muncul banyak LSM dengan program-program bertajuk good governance, peningkatan pelayanan publik, pemilihan umum yang demokratis, otonomi daerah, atau kebebasan sipil.

    Agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. Pada masa Orde Baru (Orba), kegiatan advokasi, pelatihan, dan penelitian LSM bertujuan melakukan emansipasi terhadap masyarakat tertindas. Kini kebanyakan LSM yang dananya tergantung donor internasional melakukan penguatan masyarakat sipil yang sejalan dengan kebijakan negara.

    Di zaman Orba, LSM dicurigai sebagai kelompok yang mewakili kepentingan asing, kini berbagai kelompok masyarakat mempertanyakan akuntabilitas LSM karena dianggap tidak akuntabel terhadap kelompok yang mendapat manfaat (beneficiaries), selain kritik atas rendahnya kapasitas dan kinerja, serta praktik kolusi antara LSM dan donor.

Antara resistensi dan industri

    Berbagai lembaga donor Amerika Serikat dan Eropa Barat antusias mendukung demokratisasi di Indonesia. Karena dorongan pasar, tahun 1998-2001 adalah masa booming sekaligus awal perkembangan LSM sebagai industri. Bersamaan dengan itu, LSM kehilangan isu politik karena kebebasan sipil telah dibuka sejak Mei 1998 dan demokrasi prosedural telah tercipta pada 2004.

    Banyak LSM yang semula tak bekerja di bidang demokrasi tiba-tiba beralih menjadi LSM dengan agenda konsolidasi demokrasi dalam berbagai varian dan turunan. LSM baru pun bermunculan, umumnya melakukan kegiatan sekitar pemantapan demokrasi, penguatan masyarakat sipil, dan good governance.

    Tak ada yang salah dengan "industri LSM". Masalah muncul apabila ada "ketegangan" antara LSM dan partai politik. Hubungan LSM-partai politik ditandai rasa saling tak percaya. LSM menganggap partai politik tak menjalankan fungsinya, yaitu melakukan artikulasi dan agregasi kepentingan konstituen. Sebaliknya, partai politik mencurigai LSM melakukan kontrol tanpa pernah akuntabel kepada siapa pun kecuali donor. Kehadiran LSM "dadakan" yang sengaja dibentuk instan oleh kekuatan politik, pejabat publik, atau "preman" untuk tujuan politik maupun bisnis jangka pendek membuat LSM kian terpuruk.

LSM sebagai kartel

    Karut-marut dunia LSM merupakan akibat praktik kartel. Sumber dana LSM dikuasai segelintir elite LSM yang punya leverage terhadap donor. Mereka bisa meminggirkan LSM yang bukan kelompoknya meski LSM itu memiliki kapasitas, rekam jejak, maupun kinerja baik. Sebaliknya mereka bisa mengarahkan donor untuk mendanai LSM baru yang tak punya kapasitas maupun kinerja. Akibatnya, banyak LSM dengan program demokratisasi dan good governance tak mampu mewujudkan (deliver) manfaat bagi kelompok beneficiaries. LSM macam ini tak lain adalah lahan mata pencarian para pendiri atau pengurus saja.

    Logika kartel jelas tak memungkinkan LSM akuntabel. Selama mekanisme kartel masih berlangsung, dana LSM lebih digunakan untuk kepentingan sendiri ketimbang beneficiaries. Elite LSM yang sarat kepentingan, pihak donor yang naif, dan kadang-kedang kolutif melahirkan oligarki "industri" LSM.

    Kekuatan kartel di kalangan komunitas LSM telah menghambat pertumbuhan organisasi rakyat yang melakukan gerakan sosial di tingkat akar rumput. Komunitas LSM penuh bias kelas menengah kota yang elitis, terfragmentasi, serta tak memiliki fokus atau ideologi yang jelas.

    Hingga kini belum ada parameter untuk mengukur keberhasilan LSM. Ini menjadi pembenar "industri LSM" yang hampir tak bermanfaat bagi beneficiaries. Demokrasi dan good governance mensyaratkan praktik yang akuntabel. Tanpa akuntabilitas, tak mungkin demokrasi dan good governance ditegakkan.

Benny Subianto Peneliti; Tinggal di Jakarta

 
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/3
Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 Gempa pada tanggal 30 September 2009 telah menggugah kehadiran para pihak dari seluruh dunia untuk ikut membantu penanganan akibat-akibatnya. Pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, media serta organisasi masyarakat madani yang diwakili LSM dan organisasi masyarakat madani lainnya dari lokal, nasional dan internasional tercatat berperan aktif dalam upaya-upaya tersebut. Peran tersebut sedikit banyak cukup membantu para korban dalam merehabilitasi kehidupan mereka sedikit lebih baik. Berbagai upaya ditawarkan mulai dari pemberian bantuan makanan dan rehabilitasi mental pada masa-masa tanggap bencana, pembangunan rumah sementara, perbaikan penyediaan air bersih dan MCK, promosi bidang kesehatan hingga bantuan kesehatan reproduksi dan advokasi bagi korban-korban yang mengalami ketidakadilan di lapangan.
Read more...
 
Sekretariat
Meneropong Kesiapan LSM untuk Tranparansi dan Akuntabilitas  Nama LSM mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi pasca Soeharto jatuh, LSM banyak berdiri bak cendawan tumbuh di musim hujan yang tak pelak memiliki tujuan-tujuan yang mera...
Kliping
Image “Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera  Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
 
Garda Era
Image Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
PKBI Sumbar
Image Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
 
LP2M
Image Mubes LP2M: Penguatan Organisasi Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis LSM selaku lembaga yang selalu menyuarakan demokratisasi dan transparansi dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan tentu wajib mengemban nilai demokratis. Dan regenerasi kepemimpinan ...
PAHAM Sumbar
Image PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
 
KABISAT Indonesia
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM( Kamis, November 2008)Oleh: Tim Kabisat Indonesia Kronologis  BencanaTanah longsor yang  menyebab...
TOTALITAS
Image Totalitas Bantu Trauma Healing Bekerjasama dengan GenAssist Totalitas telah mendistribusikan paket bantuan kepada para korban bencana Gempa 30 September lalu. Bantuan uang tunai dari GenAssist sejumlah Rp30.000.000,- dikelola oleh ...
 
YCM
Image YCM Bantu Korban Gempa PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam  kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
SCEDEI
Image Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
   

Poll

Perlukah nilai-nilai Terbuka dan Bertanggungjawab dipratekkan oleh LSM?
 

Quote

NGO deterioration not only caused by outside of it self but also caused by its activis. It is easy to understand that NGO transparency and accountability is pressured to NGO highly.

Newest Photo


 

 

 

 

Page Rank

Google PageRank Plus