| Mebangun Kesadaran Kritis Masyarakat di Sektor Kesehatan Publik |
|
|
|
| Ditulis oleh muthia ulfa | |
| Selasa, 13 Pebruari 2007 | |
|
Selasa tanggal 30 Januari 2007 Totalitas menyelenggarakan Diskusi Reguler Lembaga Anggota KPMM dengan tema “Membangun Kesadaran Kritis Masyarakat di Sektor Kesehatan Publik Yang Akuntabel”. Acara yang bertempat di Kantor Totalitas, Jl. Jati VI No. 44 Padang, ini terselenggara berkat kerja sama dengan KPMM dan TIFA Foundation. Dalam diskusi ini yang bertindak sebagai pemateri adalah M. Taufik M.Si dan moderatornya Faisal Mahyudin. Selain itu, diskusi dihadiri oleh lembaga-lembaga anggota KPMM, MERCY CORPS, BPSABS Lubuak Simato, dan juga dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Sesuai dengan tema “Membangun Kesadaran Kritis Masyarakat Di Sektor Kesehatan Publik Yang Akuntabel”, diskusi banyak berbicara tentang bagaimana mengadvokasi masyarakat agar menyadari hak-haknya akan pelayanan publik terutama di bidang kesehatan yang selama ini ternyata kurang diperhatikan, baik oleh masyarakat itu sendiri maupun oleh LSM/ORNOP. Hal ini terbukti dengan belum banyaknya LSM/ORNOP yang concern terhadap advokasi hak-hak masyarakat di sektor pelayanan publik khususnya kesehatan, rendahnya kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin, dan rendahnya alokasi dana yang dianggarkan pemerintah melalui APBD untuk sektor kesehatan ini. Tentu saja diskusi alot terjadi antara kawan-kawan di LSM/ORNOP dengan pejabat dari Dinkes (mewakili pemerintah) mengenai hal-hal di atas. Semisal, LSM/ORNOP berpendapat program-program kesehatan yang dilakukan pemerintah tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran serta lemahnya kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan terutama bagi masyarakat miskin. Sementara pejabat Dinkes membalas dengan menanyakan kembali apakah LSM/ORNOP punya data yang konkrit tentang sejauh mana buruknya pelayanan kesehatan itu dan apakah program-program kesehatan yang dilakukan LSM/ORNOP juga sudah tepat guna dan tepat sasaran. Di samping itu, kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh kawan-kawan LSM/ORNOP untuk mengadukan tentang sulitnya berurusan dengan birokrasi pemerintahan, termasuk dengan Dinkes sendiri. Diskusi yang dibuka pada pukul 14.30 WIB ini berakhir pada pukul 17.30 WIB dengan kesimpulan perlu adanya hubungan yang baik antara pemerintah dan LSM/ORNOP dalam membangun kesadaran kritis masyarakat akan hak-haknya terhadap pelayanan publik terutama di sektor kesehatan. Hal ini tentu perlu didukung dengan adanya data konkrit dari LSM/ORNOP tentang kesehatan, kemudahan dalam birokrasi pemerintahan, serta adanya alokasi dana yang cukup dari pemerintah untuk sektor kesehatan. |
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
Euforia kebebasan pasca runtuhnya rezim Soeharto tahun 1998 ditandai oleh menjamurnya beragam organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) di Indonesia. LSM/Ornop sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya tidak begitu “diminati” - pasca tahun 1998 menjadi sebuah organisasi yang sangat populer, yang dalam kurun waktu sangat singkat berdiri dalam jumlah besar di Indonesia......
Pembusukan tersebut tidak hanya karena ulah orang-orang yang berada di luar LSM namun juga ulah LSM itu sendiri. Wajar kalau saat ini besar tekanan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas LSM.
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |