| PKBI Sumbar Melawan Kemiskinan |
|
|
|
| Written by Tim PKBI | |
| Senin, 13 November 2006 | |
|
.............Kepada para pemimpin dari negara maju, jadilah pemimpin yang besar. Berusahalah untuk menepati janji – berikan penghapusan utang, berikan bantuan kerjasama yang lebih besar, ubahlah peraturan perdagangan yang tidak menolong penghapusan kemiskinan. Lakukanlah ! Kita juga berdiri di hadapan para pemimpin negara-negara berkembang untuk mengatakan: Jadilah pemimpin besar. Jadikanlah tugas menyelamatkan nyawa orang miskin sebagai tanggung jawab utama kepemimpinan. Kami mendesak agar terjadi transparansi dan akuntabilitas nyata atas penggunaan setiap uang negara, atasi masalah ketimpangan, berantaslah korupsi mulai dari diri sendiri, dan dukunglah kami, para remaja untuk dapat terlibat dalam setiap usaha-usaha yang mempengaruhi diri kami dan masyarakat banyak....................................... Penggalan kalimat diatas adalah naskah Ikrar Bangkit yang dibacakan remaja siswa SMAN 3 Padang tanggal 16 Oktober 2006 yang lalu. PKBI Sumbar bekerjasama dengan SMAN 3 Padang dan bertempat di Hall SMAN 3 Padang, melaksanakan sebuah kegiatan besar yang diberi nama Kampanye Bangit (Stand Up Campaign). Kampanye “Stand Up” atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Kampanye “Bangkit” adalah program pengentasan kemiskinan yang di gagas oleh UNDP (united Nation Development Programe) yaitu badan PBB yang mengurus soal pembangunan. Program Stand Up ini adalah sebuah program membangun kepedulian bersama seluruh masyarakat untuk bahu-membahu mengentaskan kemiskinan karena persoalan kemiskinan di banyak dunia menimbulkan dampak sosial yang cukup luas. Kampanye Stand Up ini sejalan dengan tujuan pembagnunan millenium atau Millenium Development Goals yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan di belahan dunia. Tahun 2006 ini, kampanye “Stand Up” akan diselenggarakan secara serentak di beberapa negara pada tanggal 15-16 Oktober 2006. Di Indonesia sendiri penyelenggaraannya di laksanakan di 5 Propinsi. Kampanye serentak ini akan di catatkan dalam Guines Book Of Record. Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh UNDP ini dilaksanakan dengan tujuan : 1. Menunjukkan semangat dan perhatian remaja terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh kemiskinan. 2. Menumbuhkan rasa peduli dan solidaritas masyarakat terutama sesama remaja untuk mampu bertahan dalam beberapa situasi sosial-budaya dan ekonomi yang menyulitkan remaja dalam memperoleh hak-haknya terutama menyangkut pendidikan, kesehatan dan pekerjaan. 3. Memanggil komitmen politis pemerintah, organisasi bisnis, dan media massa untuk secara serius menangani kemiskinan dan dampak sosial buruk yang ditimbulkannya sebagaimana yang diamanatkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) Mengapa melibatkan remaja ? Karena Jutaan remaja dan pemuda usia 15 – 24 tahun menjadi pengangguran ketika krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 2003. Dilaporkan, 9,5 juta penganggur, proporsi terbesar atau 60% diantaranya berusia muda (usia 15-24 tahun). Perubahan ekonomi secara makro telah membatasi kemampuan dan akses masyarakat, termasuk remaja dan pemuda terhadap pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Faktanya, remaja dan pemuda menghadapi kemiskinan dan terabaikan secara sosial sebagai dampaknya. Privatisasi pelayanan publik, termasuk Rumah Sakit telah membatasi akses remaja dan pemuda mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas karena mahalnya biaya kesehatan. Tingginya kasus anemia dikalangan remaja perempuan dan kasus busung lapar dan gizi buruk pada remaja dan pemuda usia 10 – 24 tahun, adalah bukti dimana pengabaian sosial akibat kemiskinan memberikan dampak buruk pada remaja. Mahalnya biaya pendidikan dan berbagai kebijakan sistem pendidikan telah menyulitkan jutaan remaja mendapatkan hak nya untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan. Pegabaian sosial akibat kemiskinan memberikan pengaruh (determinant) terhadap peningkatan penggunaan narkoba untuk mencoba lari (pengalihan) dari realita, peningkatan epidemic baru HIV/AIDS, perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan menurunnya daya perlindungan terhadap risiko-risiko buruk sosial dan kesehatan pada remaja usia 10-24 tahun. Mengatasi kemiskinan bukan tentang menggalang dana dan membagikannya, tetapi tentang keadilan. Saatnya remaja menunjukkan kepada semua pihak bahwa remaja mempunyai hak untuk terlindung dari pengabaian sosial akibat kemiskinan. Remaja harus dilihat sebagai bagian potensial yang harus terlibat untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan oleh kemiskinan terhadap kehidupan mereka. Kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk : 1. Kampanye dan sosialisasi mengenai kemiskinan serta dampak sosial yang ditimbulkan kemiskinan kepada remaja. 2. Talkshow radio di Jingga FM 3. Dialog interaktif tentang keiskinan dengan DR Afrizal MA dari Universitas Andalas. 4. Pagelaran seni remaja dengan menampilkan band-band remaja Kota Padang. 5. Pembuatan Garfiti Remaja 6. Pembacaan Ikrar Remaja tentang kemiskinan. Diharapkan kegiatan ini dapat mengingatkan kembali komitmen seluruh stakeholder mengani pengentasan kemiskinan yang sudah menjadi komitmen dunia seperti yang tercantum dalam Millenium Development Goals. Untuk informasi lebih detil bisa mengakses www.standupindonesia.org. |
“Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera
Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah
Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja
Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa
PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
YCM Bantu Korban Gempa
PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa
Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...

The freedom euphoria after the Soeharto’s fall in 1998 was signed by an increasing number of civil society organizations in Indonesia. The reason for this was that a lot of organizations had not been popular before the fall, but after became very popular. In a short time these organizations grew in a large amount throughout Indonesia...
| Tentang Filantropi di KPMM |
| Donasi |
| Visits today: | 14 |
| Visits yesterday: | 26 |
| Visits month: | 142 |
| Visits total: | 85071 |