Lost Password? No account yet? Register
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Member Area

.:: Sekretariat Maya KPMM ::.

Monday
Sep 06th
Home
PKBI Sumbar Melawan Kemiskinan PDF Print E-mail
Written by Tim PKBI   
Senin, 13 November 2006

.............Kepada para pemimpin dari negara maju, jadilah pemimpin yang besar. Berusahalah untuk menepati janji – berikan penghapusan utang, berikan bantuan kerjasama yang lebih besar, ubahlah peraturan perdagangan yang tidak menolong penghapusan kemiskinan. Lakukanlah !

Kita juga berdiri di hadapan para pemimpin negara-negara berkembang untuk mengatakan: Jadilah pemimpin besar. Jadikanlah tugas menyelamatkan nyawa orang miskin sebagai tanggung jawab utama kepemimpinan. Kami mendesak agar terjadi transparansi dan akuntabilitas nyata atas penggunaan setiap uang negara, atasi masalah ketimpangan, berantaslah korupsi mulai dari diri sendiri, dan dukunglah kami, para remaja untuk dapat terlibat dalam setiap usaha-usaha yang mempengaruhi diri kami dan masyarakat banyak.......................................

Penggalan kalimat diatas adalah naskah Ikrar Bangkit yang dibacakan remaja siswa SMAN 3 Padang tanggal 16 Oktober 2006 yang lalu. PKBI Sumbar bekerjasama dengan SMAN 3 Padang dan bertempat di Hall SMAN 3 Padang, melaksanakan sebuah kegiatan besar yang diberi nama Kampanye Bangit (Stand Up Campaign). Kampanye “Stand Up” atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Kampanye “Bangkit” adalah program pengentasan kemiskinan yang di gagas oleh UNDP (united Nation Development Programe) yaitu badan PBB yang mengurus soal pembangunan.  Program Stand Up ini adalah sebuah program membangun kepedulian bersama seluruh masyarakat untuk bahu-membahu mengentaskan kemiskinan karena persoalan kemiskinan di banyak dunia menimbulkan dampak sosial yang cukup luas.  Kampanye Stand Up ini sejalan dengan tujuan pembagnunan millenium atau Millenium Development Goals yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan di belahan dunia.

Tahun 2006 ini, kampanye “Stand Up” akan diselenggarakan secara serentak di beberapa negara pada tanggal 15-16 Oktober 2006.  Di Indonesia sendiri penyelenggaraannya di laksanakan di 5 Propinsi.  Kampanye serentak ini akan di catatkan dalam Guines Book Of Record.

Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh UNDP ini dilaksanakan dengan tujuan :

1.   Menunjukkan semangat dan perhatian remaja terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh kemiskinan.

2.  Menumbuhkan rasa peduli dan solidaritas masyarakat terutama sesama remaja untuk mampu bertahan dalam beberapa situasi sosial-budaya dan ekonomi yang menyulitkan remaja dalam memperoleh hak-haknya terutama menyangkut pendidikan, kesehatan dan pekerjaan.

3.  Memanggil komitmen politis pemerintah, organisasi bisnis, dan media massa untuk secara serius menangani kemiskinan dan dampak sosial buruk yang ditimbulkannya sebagaimana yang diamanatkan dalam Millenium Development Goals (MDGs)

Mengapa melibatkan remaja ? Karena Jutaan remaja dan pemuda usia 15 – 24 tahun menjadi pengangguran ketika krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 2003. Dilaporkan, 9,5 juta penganggur, proporsi terbesar atau 60% diantaranya berusia muda (usia 15-24 tahun). Perubahan ekonomi secara makro telah membatasi kemampuan dan akses masyarakat, termasuk remaja dan pemuda terhadap pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Faktanya, remaja dan pemuda menghadapi kemiskinan dan terabaikan secara sosial sebagai dampaknya.

Privatisasi pelayanan publik, termasuk Rumah Sakit telah membatasi akses remaja dan pemuda mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas karena mahalnya biaya kesehatan. Tingginya kasus anemia dikalangan remaja perempuan dan kasus busung lapar dan gizi buruk pada remaja dan pemuda usia 10 – 24 tahun, adalah bukti dimana pengabaian sosial akibat kemiskinan memberikan dampak buruk pada remaja. Mahalnya biaya pendidikan dan berbagai kebijakan sistem pendidikan telah menyulitkan jutaan remaja mendapatkan hak nya untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan.

Pegabaian sosial akibat kemiskinan memberikan pengaruh (determinant) terhadap peningkatan penggunaan narkoba untuk mencoba lari (pengalihan) dari realita, peningkatan epidemic baru HIV/AIDS, perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan menurunnya daya perlindungan terhadap risiko-risiko buruk sosial dan kesehatan pada remaja usia 10-24 tahun.

Mengatasi kemiskinan bukan tentang menggalang dana dan membagikannya, tetapi tentang keadilan. Saatnya remaja menunjukkan kepada semua pihak bahwa remaja mempunyai hak untuk terlindung dari pengabaian sosial akibat kemiskinan. Remaja harus dilihat sebagai bagian potensial yang harus terlibat untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan oleh kemiskinan terhadap kehidupan mereka.

 Kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk :

1. Kampanye dan sosialisasi mengenai kemiskinan serta dampak sosial yang ditimbulkan kemiskinan kepada remaja.

2.  Talkshow radio di Jingga FM

3.  Dialog interaktif tentang keiskinan dengan DR Afrizal MA dari Universitas Andalas.

4.  Pagelaran seni remaja dengan menampilkan band-band remaja Kota Padang.

5.  Pembuatan Garfiti Remaja

6.   Pembacaan Ikrar Remaja tentang kemiskinan.

Diharapkan kegiatan ini dapat mengingatkan kembali komitmen seluruh stakeholder mengani pengentasan kemiskinan yang sudah menjadi komitmen dunia seperti yang tercantum dalam Millenium Development Goals.  Untuk informasi lebih detil bisa mengakses www.standupindonesia.org.

 
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/3
Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 Gempa pada tanggal 30 September 2009 telah menggugah kehadiran para pihak dari seluruh dunia untuk ikut membantu penanganan akibat-akibatnya. Pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, media serta organisasi masyarakat madani yang diwakili LSM dan organisasi masyarakat madani lainnya dari lokal, nasional dan internasional tercatat berperan aktif dalam upaya-upaya tersebut. Peran tersebut sedikit banyak cukup membantu para korban dalam merehabilitasi kehidupan mereka sedikit lebih baik. Berbagai upaya ditawarkan mulai dari pemberian bantuan makanan dan rehabilitasi mental pada masa-masa tanggap bencana, pembangunan rumah sementara, perbaikan penyediaan air bersih dan MCK, promosi bidang kesehatan hingga bantuan kesehatan reproduksi dan advokasi bagi korban-korban yang mengalami ketidakadilan di lapangan.
Read more...
 
Sekretariat
Meneropong Kesiapan LSM untuk Tranparansi dan Akuntabilitas  Nama LSM mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi pasca Soeharto jatuh, LSM banyak berdiri bak cendawan tumbuh di musim hujan yang tak pelak memiliki tujuan-tujuan yang mera...
Kliping
Image “Menggalang Langkah Bersama” Menjawab Tuntutan LSM se-Sumatera  Satu dekade pasca reformasi posisi LSM sebagai salah satu komponen inti dalam masyarakat sipil masih belum membaik. Kepercayaan dan dukungan dari masyarakat terhadap LSM malah semakin menurun. I...
 
Garda Era
Image Garda Era Salurkan Bantuan Korban Gempa Di Koto Tangah Turut dalam aksi peduli terhadap korban gempa, Garda Era menyalurkan paket bantuan berupa beras, mie, air mineral, perlengkapan mandi, dan perlengkapan tidur. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Koto ...
PKBI Sumbar
Image Cemara PKBI, Pusat Informasi dan Konseling Remaja Persatuan Keluarga Berencana Indonesia atau yang disingkat menjadi PKBI merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi masyarakat. Sasarannya adalah semua lapisan usia masyarakat ba...
 
LP2M
Image Mubes LP2M: Penguatan Organisasi Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis LSM selaku lembaga yang selalu menyuarakan demokratisasi dan transparansi dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan tentu wajib mengemban nilai demokratis. Dan regenerasi kepemimpinan ...
PAHAM Sumbar
Image PAHAM Sumbar Kerahkan Relawan Untuk Korban Gempa PAHAM Sumbar, secara kelembagaan, memang tidak melakukan aktivitas tanggap darurat, akan tetapi, relawan-relawan PAHAM banyak terlibat menjadi relawan kemanusiaan di berbagai organisasi yang ada, term...
 
KABISAT Indonesia
LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA LAPORAN ASESMENT CEPAT BENCANA GALODO NAGARI MALALAK TIMUR, KECAMATAN MALALAK KABUPATEN AGAM( Kamis, November 2008)Oleh: Tim Kabisat Indonesia Kronologis  BencanaTanah longsor yang  menyebab...
TOTALITAS
Image Totalitas Bantu Trauma Healing Bekerjasama dengan GenAssist Totalitas telah mendistribusikan paket bantuan kepada para korban bencana Gempa 30 September lalu. Bantuan uang tunai dari GenAssist sejumlah Rp30.000.000,- dikelola oleh ...
 
YCM
Image YCM Bantu Korban Gempa PADANG—Yayasan Citra Mandiri (YCM) menyalurkan bantuan korban bencana alam  kepada mahasiswa dan para pelajar Mentawai yang sedang menuntut ilmu di Padang. Bantuan tersebut disalurkan pada ...
SCEDEI
Image Scedei Salurkan Bantuan Uang Rp 50 Ribu Untuk Korban Gempa Pasca gempa 30 September 2009 scedei telah banyak melakukan berbagai aktivitas tanggap darurat di antaranya mendirikan posko peduli korban gampo dan menyalurkan bantuan barang berupa sembako, tenda, s...
   

Poll

Perlukah nilai-nilai Terbuka dan Bertanggungjawab dipratekkan oleh LSM?
 

Quote

NGO deterioration not only caused by outside of it self but also caused by its activis. It is easy to understand that NGO transparency and accountability is pressured to NGO highly.

Newest Photo


 

 

 

 

Page Rank

Google PageRank Plus